Tahukah
teman-teman? Seseorang dapat disebut sebagai lansia (lanjut usia) jika
seseorang tersebut sudah berusia diatas 60 tahun. Pada usia ini, seorang lansia
akan mengalami perubahan baik dari segi fisik, perilaku, psikis, dan kognitif. Sistem
pencernaan pada orang lansia akan mengalami penurunan. Orang lansia juga
umumnya memiliki porsi makan dan aktivitas yang lebih sedikit.
Banyak hal yang
dapat mempengaruhi intake nutrisi
pada orang yang telah lanjut usia, seperti contohnya karena faktor fisik,
faktor psikis, dan faktor social ekonomi. Faktor fisik yang mempengaruhi intake nutrisi adalah sakit yang
dimiliki, massa otot yang berkurang, aktivitas, masalah pada gigi, indera
penciuman dan perasa menurun, dan masih banyak lagi. Faktor psikis yang
mempengaruhi adalah dukungan social dan fungsi kognitif. Sementara itu, faktor sosial
ekonomi yang mempengaruhi antara lain adalah tingkat pendidikan, pendapatan, dan
ketersediaan dalam pemenuhan kebutuhan.
Perubahan-perubahan
yang terjadi pada orang lansia dapat menyebabkan pola hidup, pola makan, dan
aktivitas berubah. Karena perubahan tersebutlah, kalori yang perlu didapatkan
juga menjadi lebih sedikit. Konsumsi orang lansia perlu diperhatikan supaya
mendapat kalori yang cukup dan nutrisi yang seimbang. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan konsumsinya pada orang lansia:
1. Air
Pada
orang lansia, air sangat dibutuhkan dan penting dibandingka pada orang dewasa
atau orang yang lebih muda. Air juga penting untuk mencegah sembelit karena
konsumsi makanan dengan serat yang tinggi.
2. Vitamin B12 dan Folate
Pada
orang yang telah lanjut usia memiliki masalah terhadap vitamin B12. Vitamin
B12 diperlukan untuk mengaktifkan folate sehingga folate dapat
berfungsi dalam pembentukan sel baru. Saat vitamin B12 tidak
terpenuhi dengan baik, dapat menyebabkan anemia pada orang lanjut usia. Anemia ini
dapat menyebabkan seseorang merasa lemah dan lelah.
3. Vitamin D
Seperti
yang telah kita ketahui, vitamin D didapatkan dari paparan sinar matahari. Akan
tetapi, orang lansia yang jarang berada di luar rumah dapat mengalami
kekurangan vitamin D. Vitamin D bisa dapatkan pada susu dan sereal yang telah
difortifikasi atau ditambahkan vitamin D, dan juga suplemen.
4. Kalsium
Kalsium
diperlukan oleh orang lanjut usia (diatas usia 65 tahun) sebanyak 1200 mg. Orang
lansia sangat disarankan untuk dapat mengkonsumsi makanan yang terbuat dari
bahan susu (dairy product) untuk memenuhi kebutuhan
kalsium.
5. Zinc (Seng)
Zinc
dibutuhkan dalam produksi sel, penyembuhan luka, dan sistem imun sehingga orang
lansia perlu mengkonsumsi dengan cukup mineral ini.
Setelah mengetahui
beberapa komponen nutrisi atau gizi yang perlu diperhatikan dalam konsumsi
orang lanjut usia, ktia dapat menentukan apa saja yang boleh dikonsumsi untuk
orang lansia. Pertama, orang tua yang sudah lanjut usia disarankan untuk makan
dalam porsi lebih sedikit atau sentengah porsi saja. Kedua, orang tua dapat
menekan konsumsi bahan makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah,
sayur, dan grain. Hal ini dikarenakan orang tua akan lebih sulit mencerna
makanan dengan serat tinggi. Selanjutnya, orang tua juga tidak disarankan untuk
mengkonsumsi makanan dengan lemak yang tinggi dan lebih disarankan untuk
mengkonsumsi daging tanpa lemak (lean
meat) dan susu rendah lemak.
Selain hal yang
telah disebutkan tadi, tentu saja masih ada banyak lagi yang perlu diperhatikan
untuk konsumsi orang lanjut usia. Selain pola makan teratur dan pemenuhan
nutrisi, orang tua juga dianjurkan untuk sering melakukan aktivitas ringan
untuk mencegah berbagai penyakit, serta beristirahat dengan cukup.
Referensi
Nutrition Over
the Life Cycle
Shafrina Agustia, Febriana Sabrian, Rismadefi
Woferst. 2014. Hubungan Gaya Hidup Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia. JOM PSIK
1 (2): 1-8, Oktober.