Rabu, 29 November 2017

NUTRISI UNTUK LANSIA



Tahukah teman-teman? Seseorang dapat disebut sebagai lansia (lanjut usia) jika seseorang tersebut sudah berusia diatas 60 tahun. Pada usia ini, seorang lansia akan mengalami perubahan baik dari segi fisik, perilaku, psikis, dan kognitif. Sistem pencernaan pada orang lansia akan mengalami penurunan. Orang lansia juga umumnya memiliki porsi makan dan aktivitas yang lebih sedikit.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi intake nutrisi pada orang yang telah lanjut usia, seperti contohnya karena faktor fisik, faktor psikis, dan faktor social ekonomi. Faktor fisik yang mempengaruhi intake nutrisi adalah sakit yang dimiliki, massa otot yang berkurang, aktivitas, masalah pada gigi, indera penciuman dan perasa menurun, dan masih banyak lagi. Faktor psikis yang mempengaruhi adalah dukungan social dan fungsi kognitif. Sementara itu, faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi antara lain adalah tingkat pendidikan, pendapatan, dan ketersediaan dalam pemenuhan kebutuhan.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada orang lansia dapat menyebabkan pola hidup, pola makan, dan aktivitas berubah. Karena perubahan tersebutlah, kalori yang perlu didapatkan juga menjadi lebih sedikit. Konsumsi orang lansia perlu diperhatikan supaya mendapat kalori yang cukup dan nutrisi yang seimbang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan konsumsinya pada orang lansia:

1.      Air
Pada orang lansia, air sangat dibutuhkan dan penting dibandingka pada orang dewasa atau orang yang lebih muda. Air juga penting untuk mencegah sembelit karena konsumsi makanan dengan serat yang tinggi.

2.      Vitamin B12 dan Folate
Pada orang yang telah lanjut usia memiliki masalah terhadap vitamin B12. Vitamin B12 diperlukan untuk mengaktifkan folate sehingga folate dapat berfungsi dalam pembentukan sel baru. Saat vitamin B12 tidak terpenuhi dengan baik, dapat menyebabkan anemia pada orang lanjut usia. Anemia ini dapat menyebabkan seseorang merasa lemah dan lelah.

3.      Vitamin D
Seperti yang telah kita ketahui, vitamin D didapatkan dari paparan sinar matahari. Akan tetapi, orang lansia yang jarang berada di luar rumah dapat mengalami kekurangan vitamin D. Vitamin D bisa dapatkan pada susu dan sereal yang telah difortifikasi atau ditambahkan vitamin D, dan juga suplemen.

4.      Kalsium
Kalsium diperlukan oleh orang lanjut usia (diatas usia 65 tahun) sebanyak 1200 mg. Orang lansia sangat disarankan untuk dapat mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan susu (dairy product) untuk memenuhi kebutuhan kalsium.

5.      Zinc (Seng)
Zinc dibutuhkan dalam produksi sel, penyembuhan luka, dan sistem imun sehingga orang lansia perlu mengkonsumsi dengan cukup mineral ini.

Setelah mengetahui beberapa komponen nutrisi atau gizi yang perlu diperhatikan dalam konsumsi orang lanjut usia, ktia dapat menentukan apa saja yang boleh dikonsumsi untuk orang lansia. Pertama, orang tua yang sudah lanjut usia disarankan untuk makan dalam porsi lebih sedikit atau sentengah porsi saja. Kedua, orang tua dapat menekan konsumsi bahan makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah, sayur, dan grain. Hal ini dikarenakan orang tua akan lebih sulit mencerna makanan dengan serat tinggi. Selanjutnya, orang tua juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan lemak yang tinggi dan lebih disarankan untuk mengkonsumsi daging tanpa lemak (lean meat) dan susu rendah lemak.

Selain hal yang telah disebutkan tadi, tentu saja masih ada banyak lagi yang perlu diperhatikan untuk konsumsi orang lanjut usia. Selain pola makan teratur dan pemenuhan nutrisi, orang tua juga dianjurkan untuk sering melakukan aktivitas ringan untuk mencegah berbagai penyakit, serta beristirahat dengan cukup.

Referensi
Nutrition Over the Life Cycle
Shafrina Agustia, Febriana Sabrian, Rismadefi Woferst. 2014. Hubungan Gaya Hidup Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia. JOM PSIK 1 (2): 1-8, Oktober.